Isu pencemaran lingkungan sudah semakin serius. Miris mengetahui fakta banyaknya masalah lingkungan hidup yang ada di Indonesia dan dunia. Padahal seperti yang telah kita ketahui, keberlangsungan hidup manusia tergantung pada kelestarian lingkungan. Manusia menjadikan alam sebagai sumber pangan, tempat menghirup udara bersih dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya.
Masalah lingkungan yang terjadi sudah seharusnya menjadi kesadaran kita semua untuk menanggulanginya. Apa saja masalah lingkungan yang dihadapi oleh Indonesia dan dunia? Bagaimana solusinya mengenai masalah ini?
Masalah Lingkungan Hidup dan Pemicunya
Berbagai masalah lingkungan hidup ini jika tidak disadari dan dicari solusinya akan bisa berkelanjutan dan membahayakan kehidupan manusia dan bumi. Mengingat pentingnya alam sekitar kita sebagai sumber pemenuhan segala kebutuhan hidup manusia. Alam yang rusak sama saja dengan menghilangkan persediaan cadangan makanan kita.
Mari kita simak apa saja masalah lingkungan yang kini dihadapi oleh dunia termasuk Indonesia dan pemicunya. Masalah lingkungan yang kini sedang dihadapi oleh dunia di antaranya:
Polusi
Pencemaran lingkungan hidup atau polusi merupakan masalah lingkungan hidup yang mesti dicari solusinya. Lingkungan yang terkena polusi udara, tanah dan air bisa kembali menjadi normal membutuhkan waktu jutaan tahun. Hal ini tentunya menjadi perhatian dunia dan berusaha untuk mencari solusinya.
Yang menjadi penyebab utama sumber pencemaran udara yaitu asap kendaraan bermotor dan sektor industri. Plastik, logam berat, limbah industri, sisa pembakaran bahan bakar fosil menjadi tanggung jawab pencemaran tanah yang merusak unsur hara dan zat nutrisi dalam tanah. Sedangkan pencemaran air banyak disebabkan oleh tumpahan minyak, limbah rumah tangga, dan limbah industri.
Menipisnya Sumber Daya Alam
Untuk kehidupan sehari-hari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dapat menimbulkan pemanasan global dan perubahan iklim. Menyikapi menipisnya sumber daya alam banyak pihak yang mulai beralih menggunakan sumber daya terbarukan seperti biogas, listrik tenaga surya atau mobil tenaga matahari yang telah diterapkan di negara maju. Meskipun dalam jangka pendek, instalasi peralatan teknologi ramah lingkungan ini memerlukan biaya yang besar tetapi untuk jangka panjang akan dirasakan murah dibandingkan menggunakan energi fosil.
Ledakan Populasi
Semakin tingginya populasi yang terjadi di planet kita berdampak pada ketersediaan sumber daya seperti makanan, air dan bahan bakar. Terutama di negara-negara maju dan berkembang, ledakan populasi terus menyebabkan semakin langkanya sumber daya alam. Sektor pertanian yang diberdayakan untuk meningkatkan sumber pangan dengan menggunakan pestisida justru menimbulkan masalah baru. Banyak kerusakan berupa menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan pestisida.
Pemanasan Global
Perubahan iklim akibat pemanasan global terjadi akibat praktik manusia seperti emisi gas rumah kaca. Akibat pemanasan global suhu lautan dan permukaan bumi menjadi semakin meningkat. Kondisi tersebut menyebabkan cairnya es di kutub dan kenaikan permukaan air laut.
Selain itu pemanasan global memicu perubahan pola alami musim hujan dan curah hujan seperti hujan salju, banjir bandang atau terbentuknya gurun. Perubahan cuaca juga disinyalir membuat produksi pertanian mengalami gagal panen juga memperbesar peluang terjadinya kebakaran hutan akibat musim kering yang berkepanjangan.
Pembuangan Limbah
Pembuangan limbah juga menjadi masalah lingkungan yang harus menjadi perhatian. Terutama limbah plastik dan sampah rumah tangga yang ada di perkotaan. Misalnya Kali Ciliwung di Jakarta. Selain itu limbah industri juga ikut bertanggung jawab dalam pencemaran lingkungan. Limbah yang sering dibuang ke sungai dapat menyebabkan makhluk hidup seperti ikan-ikan menjadi mati. Pencemaran yang terjadi di sungai dapat menyebabkan pencemaran di laut dan merusak ekosistem laut.
Penumpukan Sampah
Semakin banyak populasi manusia berbanding dengan tingkat konsumsi yang meningkat. Hal ini menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan pun semakin banyak. Penumpukan sampah membuat lingkungan menjadi kotor dan bisa menjadi sumber penyakit.
Untuk menghindari penumpukan sampah, kita bisa menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan dari rumah. Tindakan kecil dari rumah, tetapi bisa bermakna besar bagi kelestarian lingkungan. Perlakuan terhadap sampah rumah tangga di antaranya:
- Membuat tempat pembuangan sampah terpadu.
- Menerapkan pola hidup 4R yaitu replace, reduce, reuse dan recycle.
- Memisahkan tempat sampah organik dan anorganik
Pencemaran Sungai
59 persen sungai di Indonesia dalam kondisi tercemar berat. Hal tersebut diungkapkan oleh Pejabat Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Luckmi Purwandari Direktur Pengendalian Pencemaran Air Ditjen PPKL KLHK, dikonfirmasi Antara, Selasa (27/7/2021) mengatakan bahwa dari data yang sudah direkap pada tahun 2020, kondisi cemar dari 564 titik, ada 59 persen tercemar berat, 26,6 persen tercemar sedang dan 8,9 persen tercemar ringan.
Menurut Luckmi sungai di Indonesia tercemar oleh limbah kegiatan industri seperti migas dan pertambangan, limbah peternakan dan limbah rumah tangga. Semua limbah tersebut menyebabkan biota di aliran sungai tidak bisa hidup karena kekurangan oksigen.
Menurut data yang ada, pencemaran sungai masihlah cukup tinggi. Dan semua itu berpengaruh kepada kelangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya.
Berbagai masalah lingkungan hidup ini harus tetap menjadi perhatian yang utama. Karena kehidupan manusia sangat tergantung dengan kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat dan lestari merupakan kesatuan utuh yang menunjang kehidupan manusia. Kita tidak ingin kekurangan sumber pangan, rugi dari segi ekonomi dan sosial akibat kerusakan alam, bukan?
Dampak Kerusakan Lingkungan Bagi Kehidupan Manusia
Masalah lingkungan hidup yang terjadi di sekitar kita tentunya berdampak dengan kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Apalagi manusia sangat tergantung pada alam. Tergantung pada lingkungan hidup yang berpengaruh kepada kelangsungan hidup manusia seperti hewan dan tumbuhan. Mari kita amati dampak kerusakan lingkungan yang perlu mendapat perhatian, yaitu:
Menipisnya Lapisan Ozon
Pemanasan global mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Kondisi tersebut membuat tingkat karbondioksida semakin tinggi dan menipisnya oksigen. Apa yang terjadi apabila oksigen di muka bumi ini semakin menipis? Bagaimana kita bernapas? Membayangkannya saja, saya jadi merinding.
Gangguan Kesehatan
Limbah yang mencemari air, tanah dan udara dapat memengaruhi kesehatan. Air yang tercemar pastinya tidak sehat untuk digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Begitu pula dengan asap yang dihasilkan oleh limbah pabrik, dapat mengotori udara. Penyakit gangguan pernapasan pun bisa menambah masalah kesehatan masyarakat.
Hilangnya Sumber Makanan
Lingkungan yang rusak dapat menyebabkan makhluk hidup yang ada di dalamnya ikut punah. Makhluk hidup berupa hewan dan tanaman yang menjadi sumber pangan manusia. Dengan begitu manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
Semua dampak kerusakan lingkungan secara langsung maupun tidak langsung akan memengaruhi kehidupan manusia. Oleh karena itu pelestarian lingkungan wajib menjadi fokus perhatian demi keberlangsungan hidup manusia. Itulah mengapa gaung menjaga kelestarian lingkungan dilakukan oleh semua pihak.
Kelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Siapa?
Kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah antara lain:
- Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 mengenai Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
- Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 mengenai
Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri. - Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
- Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.
Semua kebijakan tersebut nantinya bisa dijadikan landasan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Seluruh lapisan masyarakat dan aparat pemerintah bersama-sama mencegah kerusakan lingkungan.
Bahkan kini sebagian besar perusahaan juga menggunakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan menjaga kelestarian lingkungan untuk masyarakat sekitar.
Termasuk perusahaan suplemen kesehatan dari Australia yaitu Blackmores Limited. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1930-an ini meluncurkan Program Blackmores Peduli. Apa yang dimaksud Program Blackmores Peduli itu?
Program Blackmores Peduli untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan
Blackmores melalui Program Blackmores Peduli mengajak konsumennya untuk menukarkan botol plastik bekas minyak ikan untuk menjaga laut tetap bersih. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, lautan kita menjadi tempat pertemuan sungai-sungai yang kini tercemar sampah plastik. Organisme di dalamnya mulai mengalami kepunahan. Tentunya menjadi hal yang harus diwaspadai dan diperhatikan.
Nah, dengan Program Blackmores Peduli perusahaan berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik bekas vitamin demi menjaga kelestarian lingkungan. Aksi nyata tersebut dilakukan oleh Blackmores melalui salah satu produk unggulannya yaitu Blackmores Odourless Fish Oil.
Sebelum membahas mengenai Program Blackmores Peduli, mari kita bahas produk unggulan dari Blackmores yaitu Blackmores Odourless Fish Oil, yuk!
Blackmores Odourless Fish Oil itu merupakan vitamin dan suplemen yang baik untuk kesehatan jantung. Kapsul lunak ini merupakan suplemen dengan minyak ikan 1000 mg yang tidak berbau. Dengan begitu semua orang pasti suka dengan suplemen ini karena tidak akan merasa eneg dengan bau minyak ikannya. Blackmores Odourless Fish Oil bahannya alami, loh! Mengandung Omega-3 dari ikan laut yang bagus untuk menjaga kesehatan.
Dosis yang dianjurkan untuk dewasa yaitu 2 kapsul sehari setelah makan. Sedangkan untuk anak-anak dianjurkan menggunakan 1 kapsul sehari. Blackmores Odourless Fish Oil ini bisa juga dicampurkan ke susu, sereal atau jus buah. Praktis, ya!
Tidak cukup dengan hanya menghadirkan produk unggulan, Blackmores juga meluncurkan Program Blackmores Peduli. Program daur ulang yang mendukung kelestarian lingkungan.
Program Blackmores Peduli bekerja sama dengan ritel kesehatan dan kecantikan Guardian sebagai titik pengumpulan botol plastik bekas minyak ikan serta mengorganisir pengelolaan daur ulang sampah plastik. Sejalan dengan pernyataan Senior Brand Manager Kalbe Blackmores Nutrition, Ira Fernando yaitu:
“Blackmores Odourless Fish Oil merupakan produk yang datang dari laut, sehingga menjaga kelestarian laut dan kesehatan lingkungan laut merupakan hal yang penting untuk dilakukan demi memberikan produk yang terbaik untuk para konsumen. Dengan semakin seriusnya isu pencemaran lingkungan yang terjadi, seperti pembuangan sampah di darat dan laut, program Blackmores Peduli melalui salah satu produk unggulannya yaitu Blackmores Odourless Fish Oil diharapkan dapat menjadi aksi nyata dari kami untuk terus melakukan lebih dan membantu mengatasi masalah lingkungan yang terjadi di sekitar kita.”
Sangat disayangkan dalam kenyataannya Indonesia merupakan salah satu kontributor pembuang sampah plastik di dunia ke laut terbesar kedua. Data yang diambil dari National Plastic Action Partnership (NPAP) 1 mengungkapkan bahwa sekitar 4,8 juta ton sampah plastik yang ada di Indonesia tidak diolah dengan baik. Ada sekitar 48% di antaranya dibuang ke lingkungan sekitar dan 9% dari sampah plastik tersebut berakhir di laut.
Berdasarkan data tersebut, Blackmores tergerak untuk melakukan sesuatu untuk lingkungan. Selain itu Blackmores juga ingin membuktikan peranannya di tengah masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Nah salah satu upayanya dengan meluncurkan Program Blackmores Peduli, yaitu gerakan mengurangi jumlah sampah botol plastik. Sampah botol plastik bekas minyak ikan yang terkumpul nantinya akan dilakukan daur ulang agar tidak menambah sampah plastik di laut.
Menurut Ira Fernando, Blackmores sebagai produsen vitamin dan suplemen yang bahan utamanya berasal dari laut seperti minyak ikan, mengajak konsumennya untuk ikut serta menjadi agent of change pelestarian lingkungan. Langkah yang sederhana tetapi berdampak besar ini diharapkan dapat dilakukan oleh Blackmores bersama-sama dengan konsumennya supaya bisa mengurangi sampah plastik khususnya di lautan. Melalui Program Blackmores Peduli semoga dapat membantu masyarakat menjaga keseimbangan lingkungan laut dan lebih peduli dengan isu lingkungan yang ada.
Mekanisme Program Blackmores Peduli
Program Blackmores Peduli ini berlangsung sejak tanggal 25 November 2021 hingga 5 Januari 2022. Bagi konsumen yang berada di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) dapat mengikuti program ini melalui 30 cabang Guardian yang tersebar di daerah mereka.
| Masukkan botol plastik bekas minyak ikan di drop box seperti ini, ya! |
Nah, teman-teman yang berkunjung ke Blackmores Pop Up Store Guardian akan mendapati drop box besar berwarna biru dengan tulisan Blackmores Peduli di bagian atasnya. Kita masukkan botol plastik bekas minyak dan masukkan ke dalam drop box tersebut. Botol bekasnya harus merek Blackmores? Tidak harus. Kita bisa memasukkan botol plastik bekas minyak ikan merek apapun di sana. Keikutsertaan kita mengikuti Program Blackmores Peduli ini akan diapresiasi oleh Blackmores, loh! Jadi kita akan mendapatkan voucher sebesar Rp. 50.000 pada setiap transaksi yang dilakukan sebagai tanda partisipasi.
Demi menjaga laut tetap bersih seterusnya, Program Blackmores Peduli akan menjadi komitmen jangka panjang dari Blackmores. Selama ini sebagai perusahaan vitamin dan suplemen, Blackmores menjual produk dalam kemasan botol kaca. Kemasannya hampir 98% terbuat dari material kaca. Tentunya kemasan tersebut dapat mengurangi sampah plastik, bukan? Bahkan Blackmores memiliki target dalam 1-2 tahun kedepan akan memakai seratus persen botol kaca pada produknya. Hebat,kan?
Keterangan lebih lengkap mengenai program peduli ini bisa dilihat di media sosial Blackmores yaitu @blackmoresid , ya!
Jaga Kelestarian Lingkungan, Yuk!
Sebagai bagian dari masyarakat, kepedulian Blackmores dengan mengadakan Program Blackmores Peduli dan membuat kemasan non plastik ini tentunya menjadi bagian kepedulian akan kelestarian lingkungan. Bersama-sama dengan aparat pemerintah, beberapa perusahaan ikut serta menjaga kelestarian lingkungan.
Bagaimana dengan kita? Apa yang bisa dilakukan untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan? Ikut serta dalam Program Blackmores Peduli itu merupakan salah satu contoh tindakan. Kita juga bisa menerapkan kebiasaan kecil di rumah untuk mencegah pencemaran lingkungan. Cara termudah yaitu dengan menerapkan kebiasaan pola hidup replace, reduce, reuse dan recycle pada sampah rumah tangga kita. Bagaimana? Mudah, bukan? Yuk, jaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar kita!
#Blackmores
#BlackmoresPeduli
#BlackmoresID
#BeSureWithBlackmores
#BlackmoresAlwaysDoMore
Salam takzim
Sumber:
https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/masalah-lingkungan-hidup-di-indonesia-dan-dunia-saat-ini-15
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/klhk-59-persen-sungai-di-indonesia-tercemar-berat/
Komentar
Posting Komentar