Kinerja Positif dari PT Gunung Raja Paksi (GRP) Sehingga Masuk Fortune Indonesia 100

Winston
Utomo dan William Utomo, selaku founders IDN Media mengatakan kehadiran Fortune
Indonesia di negeri ini selaras dengan visi IDN Media untuk mendemokratisasi informasi
bagi seluruh masyarakat. IDN Media berkomitmen untuk memberikan akses menuju
jurnalisme bisnis dengan kualitas terbaik, membagikan cerita ke khalayak luas,
dan membawa dampak positif bagi generasi penerus bangsa.

Fortune Indonesia 100



Pada edisi
kedua dalam peluncurannya,
Fortune Indonesia: media binis dan ekonomi merilis
pemeringkatan Fortune Indonesia 100 yang terbit pada pertengahan September
2021. Untuk kedepannya Fortune Indonesia akan mengeluarkan pemeringkatan
Fortune yang telah lama melegenda, seperti Fortune 40 Under 40, dan Fortune’s
Greatest Leaders. Di tahun fiscal 2020, tim Fortune Indonesia telah menelaah
600 laporan keuangan perusahaan, baik perusahaan terbuka atau tertutup
(persero) untuk melahirkan Fortune Indonesia 100, yaitu untuk mendapatkan
peringkat 100 perusahaan terbesar di Indonesia.



Pemeringkatan
Fortune Indonesia 100 berbeda dengan pemeringkatan yang lainnya, karena dibuat
berdasarkan prestasi perusahaan yang menorehkan kinerja pada periode tertentu. Penentuan
daftar peringkat tersebut dibuat tanpa melekatkan subjektivitas data, melainkan
sepenuhnya bersandar pada performa perusahaan yang dilaporkan pada regulator.



Dan salah
satu perusahaan yang masuk ke dalam daftar Fortune Indonesia 100 adalah PT Gunung
Raja Paksi Tbk. Industri baja swasta nasional tersebut berada pada peringkat
85. Dengan posisi tersebut, GRP berada di atas perusahaan nasional terkemuka,
seperti PT Uni-Charm Indonesia Tbk, PT Ciputra Development Tbk, PT Garudafood
Putra Jaya Tbk, dan PT Samudera Indonesia Tbk.



Abednedju
Giovano Warani Sangkaeng, selaku Presiden Direktur GRP dalam keterangan
tertulisnya, Rabu (06 Oktober 2021), menegaskan, ”Kami tentu bangga dengan
pencapaian tersebut,. Masuknya GRP ke dalam Fortune Indonesia, merupakan
capaian positif perusahaan di tengah Pandemi Covid-19”.



Menurut
Sangkaeng, pemeringkatan Fortune Indonesia 100 merupakan hasil kerja keras
perusahaan. Di tengah tekanan pandemi, justru memperlihatkan kinerja keuangan
yang sangat positif. “Penilaian juga diambil berdasarkan laporan kinerja. Dan
GRP memang menorehkan kinerja positif,” kata Sangkaeng melanjutkan.



Menurut
Sangkaeng, kinerja positif tersebut tak lepas dari efisiensi yang dilakukan
perusahaan. Strategi tersebut, membuat perusahaan bisa meraup laba meski
penjualan menurun. Dibandingkan periode yang sama, penjualan bersih semester
pertama tahun ini tercatat 297,04 juta dolar AS atau lebih rendah dari periode
yang sama tahun lalu, yaitu 315,65 juta dolar AS.



Karena
efisiensi pula, beban pokok penjualan juga menurun tajam, yaitu dari 304,83
juta dolar AS periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 256,60 juta dolar AS
pada 2021.



Sangkaeng
menambahkan, “Penurunan beban tersebut, mengakibatkan laba bruto juga naik
menjadi 40,44 juta dolar AS naik, dari 10,82 juta dolar AS pada 2020”.



Sementara
itu, Prof. Sulastri Surono, pakar ekonomi Universitas Indonesia, menilai
positif perusahaan yang masuk pemeringkatan fortune Indonesia. Menurutnya,
pemeringkatan tersebut bisa memunculkan optimisme di tengah situasi pandemi
seperti saat ini.



“Kalau
menurut Fortune Indonesia karena kinerja, bisa jadi yang masuk peringkat juga
memiliki kinerja baik. Ini juga merupakan cermin dari optimisme suatu
perusahaan, untuk mendorong perusahaan-perusahaan lain agar kinerja mereka juga
meningkat,” Sulastri menegaskan.



Beliau pun
tidak menepis, bahwa perusahaan yang bearada dalam daftar Fortune Indonesia,
sudah menunjukkan daya saing di tengah badai pandemi. Itu artinya, ada hal
yang menjanjikan di tengah pandemi.



“Dengan
demikian, juga memunculkan optimisme bagi perusahaan lain di tengah kondisi saat
ini. Bahwa ada promosing dalam situasi seperti ini,” pungkas dia.

Salam takzim



Komentar